Kami tinggal di daerah perbatasan Jakarta dan Jawa Barat, lokasi yang sangat strategis bagi para investor atau para pebisnis untuk mengembangkan bisnisnya. daerahnya sudah sangat ramai, penduduknya sudah sangat padat mereka datang dari segala penjuru daerah baik dari Jawa, Sumatera kalimantan dan lain-lain, daerahnya panas dan berdebu, jalanan semerawut… (pokok ke ora uennnak)… Daerah kami sudah sangat terkenal, apalagi dilingkungan Dephan. Daerah kami akan kembali disebut-sebut jika musim hujan tiba, tahukah anda daerah manakah itu ???…. sudah pasti banyak yang mengetahui, ” Tambun” sekali lagi Tambun, Hidup Tambun”. Tambun berada di wilayah Kabupaten Bekasi daerah tersebut menurut anggota Dephan dan Mabes TNI sangat identik dengan Perumahan Graha Prima karena Perumahan tersebut berada di wilayah Tambun dan sebagian besar anggota Dephan dan Mabes TNI tinggal di daerah tersebut . kami hidup bersahaja meskipun daerah tempat kami tinggal jaraknya cukup jauh dengan tempat kami bekerja. Apalagi kami yang bekerja di wilayah perbatasan Jakarta selatan dengan wilayah bogor, tepatnya di Pondok Labu, itu sangat jauh sekali, perjalanan kami memakan waktu 1 s.d. 2 jam, sungguh sangat melelahkan…. bangun harus pagi-pagi, berangkat pagi-pagi bahkan sholat subuhpun terkadang harus lebih awal atau di dalam kendaraan…. inilah resiko kami yang tinggal disana, begitu pula sebaliknya, jam pulang kami terkadang paling akhir, sehingga sampai rumahpun paling petang…. dan semua itu harus kami harus lakukan dengan gerakan cepat dan tergesa-gesa, karena kalau gerakan kami lambat tentunya Bus jemputan akan meninggalkan kami, kalau sudah seperti itu pulang akan memakan waktu lebih lama dan ongkos pulang pun tidak sedikit akan kami keluarkan…. pokoke merana lah….
Meskipun demikian kami merasa bangga sebagai orang pinggiran tersebut, apa yang semua kami lakukan setiap hari akan membentuk pribadi-pribadi yang kuat, tahan mental dengan keadaan yang cukup melelahkan… bayangkan saja seandainya ada orang yang berani mengatakan” aah itu hal sepele,biasa-biasa saja itu”, Mhmmm…..coba saja orang tersebut ikut merasakan beberapa hari saja tinggal disana, yang pasti tidak akan mau mengulanginya lagi. kami hanya memohon untuk menghargai kehadiran kami, usaha kami, kerja keras kami, semangat kami, dan berikanlah fasilitas yang baik bagi kami, seperti kendaraan jemputan yang baik, kalau perlu ber AC, (hehehe… nggak ini hanya becanda)… begitulah hari demi hari kami lalui dengan melelahkan, apakah kebiasaan hidup kami ini akan kami lalui hingga kami tua nanti sampai datangnya hari pensiun kami…. entahlah… kami berharap hari-hari yang akan datang akan lebih baik…. semoga….amien

Assallammualaikum …Ustad!
Gimana kabarnya?
Wah senang melihat temanku ustad ubaidillah tampil di komunitas blog pusdiklat bahasa.
em…..bicara tambun juga teman-teman kita yang tinggal disana memang jauh dan berat bagi yang tidak terbiasa. Tapi bagi anggota atau teman dari sana sudah bukan hal yang berat lagi. Apalagi kalau waktu berangkat bekerja sudah di niati dengan Bismillahirohmanirrokhim……dan niat bekerja untuk beribadah! pasti rasanya tidak berat lagi tapi enteng/ringan, sehingga di dalam bisa jemputan yang tanpa AC, panas pun teman-teman kita bisa tidur pulas, termasuk ustad ubai….iya khan! kita kan sama-sama satu perjuangan dari bulak kapal! waktu itu aku berangkat kerja dari pondok ungu jam 04.00 lho, soallnya kalau berangkat jam 4.10 aku sudah ketinggalan satu angkot, berarti aku akan terlambat sampai dibulak kapal dan tidak bertemu temanku seperjuangan Ubai,,,,,,,ha….nostalgia kita! Selamat bekerja dan teruskan perjuangan! semoga sukses, ,,,,,,!
salam dr melbourne,
erko
Oleh: erkoritsumeikan on September 15, 2008
at 11:43 am
assalamualaikum.wr.wb.
hello…. how are you, mas? wah… gimana disana, musim panas, atau musim dingin, atau musim rambutan ? hehehe…. mas disana puasa ora? gimana dengan waktunya? lebih lama atau lebih cepat? wah asyik juga ya berpuasa di negeri orang… tapi yang pasti banyak cobaannya, ya kita tahu disana bukan mayoritas muslim jadi kebanyakan mereka tidak berpuasa dan mungkin seperti biasa saja ya… wah kaciaan deh… tapi mas erko harus sabar ya… memang berat pastinya, tapi jaga mata jangan liat bule-bule terus nanti matanya bintitan hehe… dan bisa mengurangi pahala puasa… ok met berpuasa ya.. semoga tetap terus semangat dan dapat menjaga diri… ok bravo mas…wassalam
Oleh: ubai on September 16, 2008
at 1:27 am
Selamat datang di dunia bolg….. sepertinya sudah sangat cinta ya dengan Tambun….. Jadi apaun yang terjadi entah itu macet, debu, panas apalagi banjir tetap saja betah tinggal di sana. Belum lagi perjuangan demi berbakti pada nusa dan bangsa heee…he… bangun pagi buta pulang jelang magrib, yah itulah hidup Pak. Ok selamat berjuang
Oleh: risa on September 16, 2008
at 6:45 am
mas Ubai,
semangat ya..sungguh besar pengorbananmu untuk bisa sampai ke kantor..!
mengenai bis AC, kalo memang bisa difasilitasi, kenapa tidak? hehe katanya mempunyai impian boleh setinggi langit, betul tidak??
selamat berjuang…jaga kesehatan…
—————————————————————
terima kasih atas perhatiannya yach, tapi bukan hanya impian yang kami mau tapi realita yang jelas…. karena kalau kami perhatikan warga tambun ketika sampai di kantor tidak ada yang segar bugar.. tapi terlihat seperti orang yang baru pulang mudik hehe… tapi semakin orang ditimpa dengan berbagai cobaan semakin kuat mental dan semakin bijak… waduh ke g-r an. tapi aku tetap mengatakan thanks ya enno.
Oleh: Retno Damayanthi on September 18, 2008
at 10:02 am
Ustadz afwan mampir lagi, ya semoga keadaan semua berkembang positif di seluruh kehidupan Negara, Bangsa dan pribadi kita. N moga lyn jemputan ganti baru. Innallaha ma’a shobirin.
Oleh: fajararabics on Oktober 30, 2008
at 6:03 am
assalamualaikum. kaifa haaluk? bikhoir? yang terpenting kita tidak termasuk yang merugikan orang lain…. berbuat kebajikan seperti tersenyum saja sekarang ini sudah banyak ditinggalkan orang, padahal senyum banyak manfaat yang diambil : membahagiakan orang yang melihatnya, mendamaikan hati, mengurangi stress dll.
jadi menjadi orang yang baik memang sulit, selalu saja ada yang menganggap salah… tak apa yang terpenting semua berjalan sesuai dengan ajaran yang tertinggi yaitu “Islam”.
Oleh: ubai on Desember 9, 2008
at 12:41 am